Selasa, 25 September 2018

Aku dan Partai Dakwah [Mengenalmu Bagian dari Syukurku]

Hari itu, dengan semangat penuh dan tanpa paksaan kami berangkat menuju titik kumpul di sebuah masjid di jalan veteran, Malang. Masjid Ibnu Sina yang pada masa itu masih dalam proses pembangunan dipenuhi oleh kerumunan masa ber-dresscode hampir semuanya serba putih.

Sejak memasuki pelatarannya, hati saya diliputi perasaan hangat yang tak henti-hentinya menguasai. Bagaimana tidak, tanpa imbalan apapun pagi itu kami siap melakukan kampanye damai turun ke jalan tepatnya di tahun 2004 saat awal-awal partai ini dideklarasikan. Sama, saat foto itu diambil tepat di samping masjid legendaris yang masih menyimpan segala kenangan antara aku dan kamu (PKS) waktu itu.

Melihat kembali potret diri pada saat itu dengan atribut partai yang kami bawa, saya kemudian jadi 'flash back' pada kisah bagaiman saya kemudian jatuh hati dengan partai dakwah ini.

Tahun 2000an saat saya masih kuliah di Jember, adalah titik awal saya bertransformasi menjadi "The New Novi" yang sungguh sangat berbeda 180 derajat dari Novi sebelumnya. Pun saat pulkam orang-orang terdekat merasa sangat asing dengan casing saya sebelumnya serba 'minim' menjadi serba 'lebar'. Efeknya, teman-teman dekat saya menganggap saya tak lagi asyik untuk dijadikan teman main dan diskusi bagi mereka.

Di saat teman-teman dekat saya satu persatu mulai meninggalkan saya, di sinilah justru Allah memberikan ganti teman-teman baru yang jauh lebih men-support dalam proses hijrah saya. lewat sebuah forum pengajian pekanan yang bernama halaqah (liqo') dengan seorang embak-mbak pembimbing yang bernama Murabbi saya merasa menemukan keluarga baru. Saya tidak hanya dibimbing untuk menjadi muslimah sejati, tetapi saya juga merasakan persaudaraan yang lebih dari persaudaraan atas dasar nasab (keturunan). Masya Allah, saya benar-benar merasakan nikmatnya berIslam sekaligus persaudaraan dalam bingkai ukhuwah.

Sayangnya, sebentar saja saya membersamai keluarga baru saya. Qadaruullah, saya harus terminal untuk mempersiapkan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiwa Baru) di tahun ketiga setelah saya menjalani kuliah di kota Jember. Alhamdulillah, halaqah saya bisa saya lanjutkan di tempat kelahiran saya sambil saya mempersiapkan diri untuk mengikuti gelaran SPMB untuk ketiga kalinya. Heu...heu...heu...niat banget waktu itu maunya ngejar jurusan kedokteran, ealah ternyata rizkinya diterima di jurusan kedokteran sastra. Wkwkwkwk...

off the reocord...
Sampai akhirnya di tahun 2002 saya resmi dinyatakan menjadi mahasiswi jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang. Dari kota inilah saya kemudian melukis pelangi kisah hidup saya dengan mulai mengenal, bergabung dan membersamai partai dakwah ini hingga saat ini. Semoga Allah berikan keIstiqomahan, apapun isu yang menyudutkanmu (PKS) dan ramai diberitakan di media-media lokal maupun nasional tak sedikitpun membuat saya berpaling darimu.  Karena, mengenalmu adalah bagian dari syukurku.

Next...
Aku dan Partai Dakwah 2









0 komentar:

Posting Komentar