Rabu, 25 Juli 2018

Doa dan Rindu dalam Kecap Nikmat Model Ikan Palembang

Hampir setengah hari berkongsi untuk sebuah karya ini. Model Ikan Palembang. Masakan ini saya kenal sejak tahun 2012 yang lalu saat seorang ummahat menyuguhkan di hadapan kami pasca agenda syuro. Sepulangnya, niat dalam hati ingin eksekusi sendiri di rumah dan tentu saja akan lebih leluasa untuk nambah. Hehehehe...😆 
Dan, hari ini setelah sekian tahun lalu akhirnya berhasil mengeksekusi masakan ini lagi. Alhamdulillah, untuk sebuah cita rasa olahan ikan khas Palembang tak mengecewakanlah. Meski harus mengingat-ingat resep pemberian sang empunya bertahun lalu. Puas dengan hasilnya karena bisa dinikmati dengan sepenuh rasa syukur dari setiap kecapan nikmat yang Allah karunikan. 

Sebayang wajah ummahat nan elok tetiba hadir memenuhi benak. Barangkali inilah sebentuk cinta yang Allah hadirkan saat kebersamaan kami dulu. Atas karuniaNya, Allah masih hadirkan gemuruh rasa rindu yang menggebu saat melihat masakan itu tersaji. Hingga sebait doa dan sholawat di jumuah mubarak sejenak coba kami sisipkan di antara deretan doa-doa panjang yang masih saja ingin dikabulkan. 
Ya rabb...kuatkanlah ikatanNya...kekalkanlah cintaNya.
 "Sesunggunya kami mencintainya karena cinta kami kepadaMu"
Masya Allah...betapa kekuatan cintaMu melebihi segalanya.

"Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang tersusun. Jika saling mengenal maka akan bersatu, dan jika saling mengingatkan maka akan berpisah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sampai tepukan lembut dari seorang yang paling ribet menyiapkan bahan-bahan demi model ikan ini mampir di pundak dan berkata,
 "Sudah bisa dimakan kan? Nanti keburu dingin jadi ndak enak lho." 
Diriku...? Tepok jidat deh! 
Saking fokusnya belajar foto2 jadi lupa kalau itu tadi racikan spesial untuk ibuk tercintah...😂😂😂

Berikut resep model ikan Palembang spesial :

Bahan-bahan:

500 gram daging ikan tengiri (atau bisa ikan lain yang sejenis diambil filetnya)
100 gram tepung sagu tani
Tahu yang sudah dipotong segitiga untuk isian

5 siung bawah putih
3 siung bawang merah
lada halus secukupnya
garam secukupnya
100 grm udang segar yang ssudah dibersihkan dan dicincang halus
2 buah bengkoang (sesuai selera)

Cara membuat adonan model:

1.  Takar daging ikan tenggiri yang sudah dihaluskan ,lalu tambahkan 1/2 takar air ( boleh air es ) aduk hingga tercampur rata, tambahkan 1 butir telur, aduk lagi hingga rata, kalau mau bisa tambahkan vetsin sedikit (tergantung selera, khusus yang ini saya hilangkan), tambahkan garam secukupnya aduk lagi sampai rata, tambahkan tepung sagu sedikit demi sedikit hingga tercampur rata. 

Informasi tambahan: misal daging ikan 500 gram bisa ditambahkan sagunya kurag lebih 100 atau 150 gram.

2. Siapkan tahu yang sudah dipotong-potong segitiga.

3. Ambil bahan adonan ( besar kecilnya tergantung selera ) taruh di telapak tangan, lalu pipihkan dan kasih tahu lalu balutkan tahu dengan adonan. Setelah itu, digoreng sampai putih kekuningan lalu angkat.

Cara membuat kuah model :

1. Haluskan bawang putih 5 siung, bawang merah 3 siung, lada halus, udang segar yang sudah dikupas lalu dicincang .

2. Tumis bawang merah dan putih hingga harum, masukkan udang yang sudah dicincang, lalu tambahkan lada. Tumis hingga matang.

3. Didihkan air lalu masukkan bumbu yang sudah ditumis tadi, lalu tambahkan potongan bengkoang (bengkoang dipotong memanjang seperti korek api ), masukkan garam secukupnya dan masukkan model yang sudah digoreg ke dalam kuah, tunggu sampai model yang dimasukkan terlihat mengembang dan meresap. matikan kompor.

4. Model siap dihidangkan di mangkuk saji.

Pelengkap: potongan mentimun, daun bawang seledri, bawang goreng dan cabe.

Selamat Mencoba.

0 komentar:

Posting Komentar