Minggu, 01 April 2018

Filateli dan Cita-cita ke Belanda

Dulu, dulu sekali saat masih berseragam merah putih, tak sengaja menemukan tumpukan album perangko tanpa nama yg ternyata milik bulek yang aktif di organisasi pramuka.

Kisah itu bermula dari sini.

Hingga saya kemudian tahu apa itu hobi filateli. Yang mungkin bagi sebagian orang adalah hobi orang yang kurang kerjaan. Sebaliknya bagi saya, filateli adalah hobi baru menjadi seorang kolektor perangko dari seluruh dunia. Asyik bukan?

Meski tidak memulai koleksi dari awal tetapi saya merasa sangat tertarik untuk melengkapi koleksi demi koleksi yang belum terisi dari album milik bulek. Bahkan saya rela tidak jajan demi membeli album perangko yang harganya lumayan, belum lagi ditambah pinset dan loop (kaca pembesar) sebagai pelengkap ala-ala filateli beneran. Hehehe...

Saya pun juga jadi rajin pergi ke kantor pos untuk 'hunting' dan bahkan hanya sekedar melihat koleksi perangko terbaru dan unik yang dijual khusus untuk para filateli. Selain biasanya kami mendapatkan perangko-perangko unik dari bertukar antar sesama filateli.

Ada beberapa perangko unik kesayangan salah satunya adalah perangko yang kesan gambarnya masih sangat terkenang sampai sekarang. Simple sih, hanya berupa foto kepala seorang wanita yang berpose dari samping. Dan baru kutahu bahwa itu adalah foto dari seorang ratu kerajaan Belanda: Juliana.

Dari sinilah cita-cita untuk pergi ke negara kincir angin ini mulai muncul di benak. Hingga saat ini, keinginan untuk menjelajah ke belahan bumi Allah yang lain ini semakin meluap. Tapi?

Untuk pertanyaan tapi itu, kemudian saya harus banyak berguru pada sang master yang tak pernah lelah bermimpi untuk menjadi penjelajah sejati. Matur nuwun Mbakyu Hiday, pagi itu ku buka chatz WA darimu berupa kiriman foto buku karyaku bersama sekawanan tulip lengkap dengan kincir anginnya. Betapa hatiku mendadak diliputi perasaan hangat, senyum mengembang bersama butir hangat yang kemudian kubiarkan menguap bersama hembusan angin dari lubang nafas. Sembari berucap di kedalaman nurani: "In sya Allah segera akan kujemput impian untuk menemukanmu di sana, tentu dengan seizinNya.

Wallahu a'lam bishowab...


Harmoni malam pekat, di penghujung Maret 2018










1 komentar: