Senin, 29 Januari 2018

Semangat Baru Dakwah bil Qalam dalam Mukerwil 1 FLP Jatim




Ahad, 28 Januari 2018 adalah momen istimewa bagi kami para pengurus FLP wilayah Jatim. Apa pasal? Karena hari itu kami telah melaksanakan sebuah perhelatan keorganisasian yang pertama bernama Musyawarah Kerja Wilayah 1 FLP Jatim.

Mukerwil yang dihadiri sekitar 15 orang dari 20an jumlah seluruh pengurus ini berlangsung dari jam 09.00 sampai dengan jam 16.00 WIB, bertempat di salah satu hotel syari'ah di kota Surabaya: Hotel Andita.

FLP Surabaya Tuan Rumah yang Ramah 


Sambutan Ketua Pelaksana


Sebagai tuan rumah mukerwil 1 FLP Jatim ini, FLP Surabaya memberikan best service kepada kami para pengurus wilayah yang tergabung dalam Kabinet An Nahl periode 2017-2019. Hal ini tampak dari mulai awal kami hadir hingga kembali pulang disambut dengan ramah dan hangat oleh para panitia.

Memilih Surabaya menjadi tuan rumah bukan tanpa sebab, sebagai ibukota propinsi Jawa Timur, Surabaya dianggap berada di posisi tengah-tengah di antara domisili para pengurus yang berasal dari beberapa daerah di wilayah Jatim. Dan sebenarnya keputusan ini diambil secara voting di antara para pengurus, termasuk penentuan tanggal dan hari pun juga hasil dari voting. Hehehe...maklumlah pengurus FLP kan memang para 'sibuker'.


Semangat Pemimpin Dua Periode


Sambutan Ketua FLP Jatim

Siapa yang tidak mengenal ketua FLP Jatim terpilih untuk periode 2017-2019? Sosoknya tentu saja tak asing bagi anggota FLP se-Jatim karena sepak terjangnya dalam membawa Jatim dua tahun lalu membuat Rafif Amir layak untuk kembali memimpin FLP. Di antara kandidat ketua, bukan tidak ada yang lebih layak darinya, tetapi para anggota mempercayakan amanah kepemimpinan FLP Jatim saat ini di pundak Rafif Amir Ahnaf. Terbukti, akhirnya ia kembali terpilih menjadi ketua FLP Jatim untuk dua tahun ke depan.

Sama, seperti saat mukerwil kali ini. Semangatnya yang membara selalu bisa memberikan energi positif bagi kami para pengurus untuk menjadi tim tangguh di bawah kepemimpinannya. Di awal sambutannya pada pembukaan mukerwil ia memastikan kembali komitmen kami para pengurus ini. Bahkan sosok pria yang akrab disapa Babe Rafif ini mengingatkan kembali bahwa berjuang bersama FLP dalam dakwah bil qalam akan meminta kita banyak berkorban. Termasuk untuk hadir di momen mukerwil kali ini, tak terlepas dari pengorbanan.

Babe Rafif juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dari FLP Surabaya yang telah memfasilitasi tempat selama acara. Memberikan apresiasi kepada pengurus yang hadir dan tetap mendoakan pengurus yang berhalangan hadir karena satu dan lain hal.


Sosialisasi Arahan Kerja untuk 6 Bulan ke Depan




Selaku ketua FLP wilayah, Babe Rafif memulai mukerwil dengan memaparkan sejumlah arahan kerja untuk 6 bulan ke depan. Babe mengelompokkan 3 rumpun besar dari divisi yang ada di kepengurusan tahun ini berdasarkan irisan kinerja masing-masing divisi tersebut. Diantaranya:

1. Rumpun Kesekretariatan, rumpun kesekretariatan ini terdiri dari, Sekretari dan divisi Humas,
2. Rumpun Keuangan yang terdiri dari Bendahara dan divisi Bisnis,
3. Rumpun 3 Pilar yang meliputi, bidang kaderisasi, divisi karya, dan jarcab (jaringan cabang).

Dalam pengantarnya Babe Rafif mengatakan bahwa,
Ibarat sebuah tubuh bahwa rumpun keuangan ibarat aliran darah, rumpun 3 pilar adalah tulang-belulang, daging dan tubuhnya. Sementara kesekretariatan adalah tampilan luar selayaknya pakaian.

Disney Strategy untuk Membuat Proker 


Suasana diskusi 



"If you can dream it, you can do it"
-Walt Disney-

Sebelum membuat proker, Babe Rafif menjelaskan kepada kami tentang metode disney strategy. Mungkin sebagian dari kita sudah mengenal strategy analisis yang digagas oleh seorang pelopor NLP (Neuro Linguitic Program) yang bernama Robert Dilts.

Ada tiga level untuk memulai strategi ini. Di level pertama, berkumpul dalam tiap divisi, kami diminta untuk mengisi form Dreamer. Form ini berisi tabel yang harus diisi dengan mimpi-mimpi tiap divisi tanpa berpikir tentang realisanya. Murni menggunakan otak kanan untuk mengisinya. Mula-mula saya bingung, tapi setelah beberapa menit berlalu otak kanan saya pun kemudian bisa bekerja. Terbukti form yang mula-mula kosong sudah mulai terisi meski tidak penuh.

Level kedua, dari form Dreamer yang sudah kita isi tadi, diminta untuk mendiskusikan dengan kelompok rumpun masing-masing. Hingga ke level 2 Realis dan level 3 Critic. Seru. Tentu saja pada sesi ini kami sangat antusias untuk saling memberikan masukan satu sama lain. Sayangnya, waktu keburu habis, padahal masih tersisa dua divisi yang belum kami bahas.

Kuisioner Ta'aruf ala Babe Rafif 





"Tak kenal, maka...Ta'aruf (kenalan)"

Tentu saja semua sepakat dengan pepatah yang sudah mengalami sedikit perubahan ini. Meski sering mendengar nama dan berinteraksi via grup WA. Rasanya tidak afdhol jika tak melakukam ta'aruf mendalam. Begitu pula yang kemudian kami lakukan di antara para pengurus yang datang.

Sebelum ishoma, Babe Rafif meminta masing-masing dari kita mengisi sebuah kuisioner yang terdiri dari 2 halaman. Bebera pertanyaan yang diajukan dalam kuisioner nampak sangat mudah dan sederhana. Tetapi cukup membuat kami memutar otak untuk menjawabnya dengan jujur.


Setelah semua dipastikan selesai mengisi kuisioner, Babe Rafif membacakan satu persatu secara bergantian kuisioner yang sudah terkunpul tersebut. Tugas kami kemudian menebak siapakah 'sang tersangka' yang memiliki ciri-ciri seperti yang terdapat dalam jawaban yang dibacakan. Seseorang yang ciri-cirinya dibacakan diminta untuk tetap diam hingga peserta lain berhasil menebaknya dengan benar sesuai dengan ciri-ciri dari jawaban yang dibacakan.

Keseruan pun bertambah, saat satu persatu nama peserta tertebak. Hanya ada dua peserta yang tidak tertebak, uniknya dua-duanya bernama Novi. Saya sendiri Bunda Novi, satu lagi Mbak Novi Larasati, dari divisi Bisnis perwakilan dari FLP Sidoarjo. Suasana pun makin hangat saat babe selesai membacakan kuisioner karena berakhir dengan bertambahnya keakraban yang semakin terjalin erat selayaknya sahabat lama yang lama tak berjumpa.


Mbak Sinta Yudisia Hadir Memberikan Motivasi 



Dalam mukerwil ini juga hadir pula penulis nasional sekaligus mantan ketua FLP Pusat yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) FLP, Sinta Yudisia. Mbak Sinta begitu saapaan akrab kami kepada beliau,  hadir di tengah-tengah kami setelah sesi ishoma selesai. Siang itu, ada 3 hal yang disampaikan Mbak Sinta kepada kami para pengurus FLP yang baru.

Ketiga hal tersebut adalah Tiga Pilar Utama yang harus terus ada dan saling bersinergi keberadaanya di organisasi kepenulisan FLP. Apa saja 3 pilar itu?

1. KeIslaman
2. Keorganisasian
3. Kekaryaan

Ketiga pilar ini sangat penting dan wajib dimiliki oleh setiap anggota FLP di manapun berada. Beliau berkisah, tentang seseorang yang tinggal di sebuah negara di mana hampir mayoritas penduduknya hanya menuhankan materi di atas segala-galanya. Karenanya, dengan pemahaman Islam yang benar, berupaya untuk mengaji dan mengkaji Islam,  kita akan lebih bijak menetukan arah kehidupan.

Begitu juga dengan pilar kedua, keorganisasian. Sebagai organisasi yang bergerak dalam Dakwah bil Qalam, hendaknya kita senantiasa merasa bahwa kitalah yang butuh dakwah, bukan dakwah yang butuh kita. Betapa barangkali banyak di antara kita yang mungkin sering 'tekor' daripada untungnya. Biarlah kelak Allah yang akan membalas semua pengorbanan kita. Karena tak akan ada yang sia-sia dari yang sudah kita perbuat di dunia, termasuk berjuang bersama FLP sebagai organisasi kepenulisan.

Pada poin ketiga ini: kekaryaan, Mbak Sinta memberikan motivasi kepada kami agar selalu mengasah ketrampilan menulis kami secara terus menerus. Rajin mengirimkan tulisan ke media masa, dll. Berupaya untuk terus menjadi spesialis pada genre tulisan yang diminati dan mengahasilkan karya-karya yang banyak diminati di pasaran. Serta mendorong kami untuk belajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Dan ini adalah penutup yang sangat manis sembari beliau membagikan dua buku gratis kepada dua orang pengurus terpilih: Sofi dan Andika.
Selamat, kawan! Ditunggu review dan resensinya ya?

Sofi bersama Mbak Sinta Yudisia



Selesai. 


Bumi Mahameru, 29 Januari 2018 



This entry was posted in

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Kan belajar dari pak waketum, yang always semangat reportase dimanapun, kapanpun. Hehehhe...ayo saling menyemangati dalam dakwah bil qalam...😊

      Hapus