Jumat, 19 Januari 2018

Minyak But But Sahabat Perjalanku (Bonus Resep Sehat Penderita Multiple Fraktur)

Minyak but but produk herbal dari HPAI

Minyak But But yang saat ini berganti nama menjadi Minyak Herba Sinergi (MHS) produk halal mart HPAI ini sudah hampir dua tahun ini menjadi teman perjalanan saya. Di manapun, kapanpun, dan kemanapun tak lengkap kalau tak ada si dia di tas ransel kesayangan saya. Tapi, tahukah kalian bagaimana awalnya saya mengenalnya hingga jatuh cinta sampai sekarang? Simak yuuuk review rasa curcol saya berikut ini tentang minyak but but yang lagi ngehits ini.

Awal Perkenalan


Minyak but but yang sudah bertransformasi menjadi Minyak Herba Sinergi (MHS)


Saya mengenal minyak but but ini sejak sekitar tahun 2003-an saat awal-awal 'booming'-nya bekam sebagai salah satu pengobatan alternatif yang disunnahkan dalam Islam.

Hanya sebatas itu saya menggunakan minyak but but. Ya itu, saat bagian tubuh yang sakit dilakukan tindakan bekam. Di luar itu, saya tidak pernah punya keinginan untuk membeli apalagi menjadikannya salah satu penghuni kotak P3K. Tidak.

Aromanya yang menurut saya aneh dengan penampakan mirip-mirip minyak 'jelantah' ndak banget deh buat saya yang anti pakai minyak-minyak gitu kalau tidak karena terpaksa. Cukup minyak telon yang masih menjadi primadona bagi saya. Lainnya...lewat deh.

Keunikan Minyak But But yang Membuat Saya Klepek-klepek
Penampakan minyak but but yang mirim minyak jelantah 😄


Unik. Kenapa saya kemudian menyebutnya minyak yang unik? Saya adalah orang yang ketagihan baget sama yang namanya kerokan dan tradisional spa alias pijat urut. Tiap kali merasa badan masuk angin dan pegel-pegel hanya dengan kerokan atau pijat selesailah semua urusan.

Waktu itu ibu saya memberikan minyak but but untuk digunakan sebagai minyak pelumas saat saya diurut. Eits...dengan beragam alasan saya menolaknya dengan cara halus. Tetapi bukan ibu saya namanya kalau tidak berusaha keras menyakinkan saya atas keunikan yang khas menjadikan minyak but but seolah satu dari sekian minyak urut yang paling berkhasiat di muka bumi ini.

So, saya pun kemudian mengiyakan. Dengan harapan, cukup sekarang. Lain kali saya tidak akan termakan bujuk rayunya. Hehehe...

Eh...setelah selesai diurut saya tidak merasakan efek apapun dari minyak but but tadi. Kulit saya juga tak merasakan hangat atau dingin. Berbeda sekali saat saya mengunakan minyak oles yang lain atau pun balsem. Hangatnya terasa dan jika sudah agak lama berubah jadi dingin seketika. Berbeda sekali dengan minyak but but ini. Saya tak merasakan apapun. Hanya kemudian saya merasakan selepas saya urut dan rehat sejenak saya merasakan badan saya kembali 'fresh'. Unik bukan?

Sampai di sini apa saya kemudian tiba-tiba percaya akan khasiatnya? Tentu saja tidak secepat itu keyakinan saya berubah. Saya masih saja meragukan khasiatnya. Meski sebenarnya di lubuk hati terdalam mencoba mengiyakan, tapi apa daya aromanya yang aneh membuat saya mengurungkan. Ini apa coba namanya? Gengsi gitukah? Hehehe...

Khasiat Minyak But But yang tak Terkalahkan 

Lama kelamaan saya jadi penasaran dengan produk ini. Berkali-kali saya coba baca komposisi dan kegunaan yang tertera di botol kemasannya. Sampai lihat beberapa review produk ini via youtube. Dan itu setelah 10 tahun berlalu. Saat saya mengalami multiple fraktur yang sangat parah. Ada beberapa titik pembedahan di tubuh saya. Salah satunya di daerah femur yang memang bagian terparah.




Lagi-lagi atas saran ibunda saya diminta untuk mencoba merutinkan mengoleskan minyak but but ke bagian yang mengalami cedera tersebut meski sebenarnya dokter sudah memberikan resep salep gosok merk 'V'.

Awalnya saya masih bertahan dengan salep merk 'V' tersebut apalagi ditambah saya ini tipe orang yang agak pikir-pikir terhadapproduk herbal, tetapi saat kondisi tertentu salep merk 'V' ini ternyata tidak cukup efektof meredakan nyeri yang saya rasakan.

Hingga dengan menutup hidung saya pun mengoleskan minyak but but ke bagian yang nyeri tadi. Alhamdulillah...di pagi hari bagian yang terasa nyeri agak berkurang.

Trus? Sejak saat itu apa saya kemudian mulai percaya atas khasiatnya yang number one? Belum juga tuh. Lho? Iya. Memang kenapa, namanya orang belum yakin jangan dipaksakanlah. Meski beberapa teman juga sering bercerita atas manfaat dan khasiatnya yang waaaar biasaaaah...saya hanya menanggapi biasa-biasa saja.

Dan...suatu hari saya kena batunya. Tangan saya kiri kanan terasa ngilu. Tetiba ide saya muncul. Saatnya saya melakukan eksperimen, pikir saya tak berkesudahan. Saya benar-benar ingin membuktikan sendiri khasiat dari minyak but but ini (maaf ya saya belum bisa move on untuk menyebutnya minyak herba sinergi, hehehe...payah).

Jadi saat itu saya pun kemudian melalukan eksperimen. Tangan sebelah kiri saya olesi pakai salep merk 'V' dan yang sebelah kanan pake minyak but but. Dan tahukah kalian bagaimana hasilnya?

Sejak saat itu saya percaya dan yakin 1000% atas khasiat minyak but but yang waaar biyasah....tangan kanan saya besoknya sudah enakan. Sebaliknya yang kiri masih terasa berat. Tanpa babibu lagi, bergegas saya oleskan minyak but but ke bagian tangan kiri yang sakit tadi. Alhamdulillah, yes...sakitnya reda.

Dan, sajak saat itu saya pun selalu mambawanya kemanapun saya pergi. Ibarat sahabat dalam perjalanan tak lengkap tanpa membawanya turut serta. Eh cie...

Resep untuk Yang Mengalami Multiple Fraktur 

Berikut resep praktis konsumsi produk herbal bagi penderita multiple fraktur seperti saya:

Ini konsumsi untuk dalam tubuh setiap hari plus aturan konsumsinya 

1. Kopi sevel (kopi seven elemen HPAI)
2. GAMAT
3. Madu SJ
4. Minyak but but untuk diloleskan pada area fraktur

Ketiga produk tersebut menyusul akan saya review juga in sya Allah.

Madu SJ 

Kopi seven elemen


Semua adalah produk herbal HPAI. Oh iya satu lagi Gamat ya yang belum ada real pictnya karena kebetulan saat saya buat tulisan ini stok gamat saya lagi habis. Mungkin teman-teman bisa searching ya, GAMAT HPAI.

Selamat mencoba hidup sehat dengan produk herbal halal mart HPAI.









This entry was posted in

0 komentar:

Posting Komentar