Selasa, 16 Januari 2018

Doa dan Rindu dalam Kecap Model Ikan Palembang




Hampir setengah hari berkongsi untuk sebuah karya ini. Model Ikan Palembang. Masakan ini saya kenal sejak tahun 2012 yang lalu saat seorang ummahat menyuguhkan di hadapan kami pasca agenda syuro. Sepulangnya, niat dalam hati ingin eksekusi sendiri, di rumah dan tentu saja akan lebih leluasa untuk nambah. Hehehehe...

Dan, hari ini setelah sekian tahun lalu akhirnya berhasil mengeksekusi masakan ini lagi. Alhamdulillah, untuk sebuah cita rasa olahan ikan khas Palembang tak mengecewakanlah. Meski harus mengingat-ingat resep pemberian sang empunya bertahun lalu. Puas dengan hasilnya karena bisa dinikmati dengan sepenuh rasa syukur dari setiap kecapan nikmat yang Allah karunikan.

Sebayang wajah ummahat nan elok  tetiba hadir memenuhi benak. Barangkali inilah sebentuk cinta yg Allah hadirkan saat kebersamaan kami dulu. Atas karuniaNya, Allah masih hadirkan gemuruh rasa rindu yang menggebu saat melihat masakan itu tersaji. Hingga sebait doa dan sholawat di jumuah mubarak sejenak coba kami sisipkan di antara deretan doa2 panjang yang masih saja ingin dikabulkan.

Ya rabb...kuatkanlah ikatanNya...kekalkanlah cintaNya. "Sesunggunya kami mencintainya karena cinta kami kepadaMu"

Masya Allah...betapa kekuatan cintaMu melebihi segalanya. "Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang tersusun. Jika saling mengenal maka akan bersatu, dan jika saling mengingatkan maka akan berpisah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sampai tepukan lembut dari seorang yang paling ribet menyiapkan bahan2 demi model ikan ini mampir di pundak dan berkata, "Sudah bisa dimakan kan? Nanti keburu dingin jadi ndak enak lho." Diriku...? Tepok jidat deh! Saking fokusnya belajar foto2 jadi lupa kalau itu tadi racikan spesial untuk ibuk tercintah...


#jumuahmubarak#foodfotografi#dapurku#masakannussantara



0 komentar:

Posting Komentar